By: wsp
Kesombongan adalah musuh besar setiap orang. Banyak orang terjerat oleh perangkapnya, tersandung, bahkan hancur hidupnya karena kesombongan. Bagi Anda yang ingin menang atas kesombongan, berikut ini ada empat langkah yang dapat Anda terapkan menuju kehidupan yang berkemenangan.1. Sadari dan kenali diri Anda. Untuk dapat terbebas dari kesombongan, Anda harus terlebih dahulu menyadari dan mengakui dengan jujur di hadapan Allah bahwa Anda sombong. Kesombongan adalah dosa yang dibenci oleh Allah sehingga Anda seharusnya juga membencinya. Musuh yang harus Anda taklukkan dengan kuasa Roh Allah.
2. Ambil keputusan untuk bertobat. Bertobat berarti berbalik total 180 derajat dari jalan yang jahat ke jalan yang benar. Datanglah kepada Tuhan, minta pengampunan dari Allah sehingga Dia menyucikan dan membenarkan Anda. Percayalah dengan iman oleh darah Yesus, Anda sudah disucikan dan dibenarkan. Jangan mengungkit-ungkit atau mengingat-ingat dosa masa lalu Anda. Peganglah kebenaran firman Tuhan, ucapkan terus-menerus dengan iman sampai Anda menang.
3. Sangkali diri dan pikul salib. Yesus berkata dalam Matius 16:24, setiap orang yang mau mengikut Dia, harus menyangkal diri (mati terhadap diri sendiri) dan memikul salib (membayar harga). Segala hal bentuk kedagingan seperti hawa nafsu, ego, harga diri dan gengsi harus dimatikan dan disalibkan setiap hari. Dewasakan roh Anda, jadilah kuat dan berakar dalam firman dengan berdoa, membaca, serta memperkatakan firman setiap hari.
4. Rendah hati. Belajarlah untuk mendisiplinkan diri dengan hidup merendahkan diri di hadapan Allah, serta berusaha bersikap terhadap sesama. Jika Anda ingin menghilangkan sifat kesombongan dan keangkuhan, Anda hanya bisa melakukannya dengan belajar hidup rendah hati. “...Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya” (1 Ptr. 5:5-6). Ini adalah langkah yang sukar tetapi tidak mustahil untuk dilakukan bersama dengan Yesus. Segala perkara dapat kita tanggung di dalam Dia.
Sumber: Renungan Malam, Juli 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar